Tampilkan postingan dengan label #Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Sekolah. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Saya Memanggilnya Bu Cip

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, SDN Jember Lor II, saya memiliki seorang guru yang biasa dipanggil dengan nama Bu Cip. Ketika itu saya duduk di kelas 4, dan Bu Cip menjadi wali kelasnya. Bu Cip adalah sosok yang tegas ketika mengajar, jika ada murid yang nakal, tidak segan dia akan menjewer atau memukul kaki siswa dengan penggaris kayu. Saya menyebutnya dengan istilah 'disamblek'.

Sebagai murid, adakalanya saya merasa takut ketika diajar oleh beliau, terutama pada mata pelajaran bahasa daerah (jawa). Saya masih ingat, berdiri kaku di depan papan tulis ketika beliau menyuruh saya menulis dengan aksara jawa yang tidak begitu saya kuasai.

Namun demikian Bu Cip juga seorang guru yang menyenangkan, terutama ketika mengajar mata pelajaran matematika. Saya menikmatinya bahkan saya meminta kepada ibu saya agar bisa ikut les di rumah Bu Cip, dan itu terjadi. Saya belajar di rumah Bu Cip 3 kali seminggu sepanjang duduk di kelas 4. Saya masih bisa mengingat bolpen pilot warna hijau-nya menari-nari di atas buku tulis saya, ketika mengoreksi pekerjaan saya dan memberi nilai pada pekerjaan saya.

Selain mengajar di kelas, di luar kelas Bu Cip adalah seorang Pembina Pramuka. Di kegiatan ini saya bisa melihat sisi lain dari beliau, sisi yang ceria penuh canda tawa dan optimis menghadapi permasalahan kehidupan.

Tulisan ini, sengaja saya dedikasikan kepada Bu Cip, yang sudah memberi warna dalam proses pendidikan saya.

Bu Cip kini menghabiskan masa tuanya di kota Jember.

Sehat terus ya Bu!

Salam hormat dari saya, muridmu.

HashOcean

Sabtu, 26 Maret 2016

1000 Alumni Pulang Kampung - Reuni Akbar Alumni SMASA Jember

Tanggal 25 - 26 Maret 2016 digelar serangkaian kegiatan acara Reuni Akbar Alumni SMASA Jember. Kebetulan saya adalah salah satu alumni SMASA Jember, periode masuk sekolah tahun 1994 dan lulus di tahun 1997, dan oleh karenanya saya disebut sebagai alumni angkatan 1997.

Sayang sekali karena satu dan lain hal saya tidak bisa hadir di acara tersebut. Namun berkat teknologi atmosfir kegembiraan suasana disana dapat saya rasakan melalui kanal-kanal media sosial seperti facebook dan whatsapp. Gambar foto kiriman teman-teman mengalir tiada henti ke HP saya.








Sebagai salah seorang alumni SMASA Jember, saya merasa bangga kepada almamater saya ini. Dari sinilah bermunculan para pemimpin di negeri ini, antara lain Bupati Jember, Bupati Banyuwangi, Kapolda Jawa Timur, Kapolres Jember dan masih banyak lagi yang saya tidak bisa sebutkan satu per satu. Ditambah lagi yang berkarya di seluruh dunia, antara lain di Jerman, Arab Saudi, Singapura, Jepang, Australia, Amerika Serikat dan lain-lain.

SMASA Jember memiliki guru-guru yang luar biasa, penuh dedikasi dan kerendahan hati membimbing kami, murid-muridnya hingga dapat berhasil di masa depan masing-masing. Alhamdulillah wa syukurillah... terima kasih guruku.

Sebagai alumni SMASA Jember, saya mengajak teman-teman para alumni semua untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, berkarya di bidang masing-masing demi kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara.

Selamat ber-Reuni, dulur sak lawase!

reg_button_title

Sabtu, 20 Februari 2016

Menjadi Mentor Mahasiswa Psikologi UNPAD








Mentoring adalah sebuah kegiatan yang saya kenal pertama kali ketika duduk di bangku kuliah. Sebagai mahasiswa baru saya wajib ikut kegiatan mentoring, dibimbing oleh kakak-kakak angkatan. Ternyata pengalaman terlibat sebagai peserta mentoring pada awalnya berkembang menjadi ingin terlibat sebagai mentor di kemudian hari.

Sejak tahun 2014, IKAPSI UNPAD bersama dengan BEM FAPSI UNPAD melakukan kegiatan Mentoring Mahasiswa Psikologi UNPAD, dengan beberapa bidang peminatan seperti Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan dan Psikologi Industri & Organisasi. Alhamdulillah saya mencoba terlibat sejak awal, dengan motivasi ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman serta mencoba tetap punya kontak dengan adik-adik Mahasiswa yang kini sudah sampai di angkatan 2013 sebagai Mentee-nya.


Satu hal yang suka dari kegiatan Mentoring ini adalah bercerita berbagi pengalaman di depan kelas yang terdiri dari adik-adik Mentee, sebagaimana yang saya lihat dari para Guru dan Dosen di kampus dulu. Rasanya bagi saya pribadi sangat menyenangkan. Tidak ada materi yang bisa saya dapat dari kegiatan ini, namun saya merasa kegiatan ini bisa menjadi tabungan amal saya untuk di akhirat kelak.




HashOcean

Minggu, 10 Januari 2016

Liburan Sejatinya Tak Perlu Mahal

Masih tentang liburan.
Momen pergantian tahun kemarin adalah momen yang bertepatan dengan masa liburan sekolah anak-anak. Hampir setiap keluarga di Indonesia berusaha berlibur bersama, sekaligus menikmati momen pergantian tahun.

Pertanyaan yang muncul di benak saya adalah ketika momen liburan tiba, pernahkah kita bertanya tentang bagaimana keinginan anak-anak ingin mengisi liburan mereka atau kita ingin mereka ikut apa yang sudah anda rencanakan?

Liburan bersama keluarga, di era media sosial seperti saat ini bisa menjadi sebuah ajang pamer sebuah keluarga tanpa kita sadari.
Keluarga A unggah foto liburan lagi di pulau B. Keluarga unggah foto lagi di pantai C. Keluarga C unggah foto lagi main air di waterpark D. Dan masih banyak lagi.

Pada kesempatan ini saya ingin mengajak para pembaca untuk berkontemplasi apa sesungguhnya makna dibalik liburan. Bagi saya pribadi, liburan itu tidak harus bepergian ke luar kota atau ke luar negeri. Berlibur di rumah pun bisa menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi seluruh anggota keluarga.

Pergantian tahun kemarin saya bersama keluarga tidak kemana-mana. Kami menghabiskan waktu lebih banyak di rumah saja. Walau demikian liburan kami kali ini cukup mengasyikkan karena istri saya mengkondisikan kita sekeluarga seperti sedang tinggal di hotel untuk beberapa hari.

Bagaimana caranya?
Caranya mudah saja, ia mempersiapkan sebuah kamar yang berbeda, untuk kita gunakan selama beberapa hari selama liburan. Kebetulan di rumah ibu kami yang terdiri atas 2 lantai itu tersedia beberapa kamar kosong yang sedianya digunakan apabila kakak-kakak kami datang ke Bandung.
Di kamar tersebut sudah tersedia tempat tidur, televisi dan juga penyejuk ruangan. Kamar mandi pun berada hanya beberapa langkah saja. Jadilah kami mengalami suasana yang berbeda pada liburan kali ini.

Sarapan pagi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan karena kami punya kebebasan untuk memilih mau sarapan apa? Kami bisa sarapan oatmeal di rumah, atau pergi keluar untuk membeli bubur ayam, kupat tahu, nasi pecel atau lontong kari. Makan siang dan malam pun demikian, kami dapat memilih untuk memasak makan malam kami, atau pergi ke luar untuk membeli sate ayam, martabak telor atau yang lainnya.

Di rumah, kami bisa mengisi liburan dengan berbagai kegiatan disela-sela pekerjaan domestik yang mesti kami selesaikan. Pada kesempatan ini pula kami bisa menunjukkan kepada anak-anak kami tentang apa saja tugas domestik yang bisa mereka belajar lakukan, seperti menyapu, mengepel, mencuci pakaian, menyetrika atau memasak. Selain itu saya pun dapat mengeluarkan koleksi mainan yang pernah saya beli sebelumnya untuk dimainkan bersama anak-anak.






 Jika bosan berkegiatan di rumah, kami pun dapat memutuskan untuk pergi keluar, mengunjungi objek wisata yang banyak bertebaran di kota Bandung, salah satunya adalah Taman Balai Kota. Saya sempat membawa anak-anak berkunjung dan menikmati suasana Taman Balai Kota di hari Sabtu yang berawan. Anak-anak demikian menikmati suasana yang ada, apalagi ketika mencoba wahana baru kolam rendam sungai Cikapayang yang baru saja diresmikan Bapak Walikota Bandung, Dz tidak mau pulang. ^_^


Selain Taman Balai Kota, tak jauh dari sana ada Taman Vanda. Kami sempat mencoba menikmatinya di malam hari, ternyata di sana ada air mancur menari yang dihiasi lampu warna-warni. Bagus sekali menurut saya. Anak-anak saya begitu gembira menikmati semburan air mancur yang berubah-ubah gayanya. Dz sampai basah kuyup ketika hendak pulang ke rumah. Intinya malam itu anak-anak bergembira, orang tuanya apalagi.

Di kesempatan lain saya mengajak anak-anak berkunjung ke salah satu toko mainan besar di kota Bandung. Setelah lelah melihat-lihat, saya ajak mereka minum teh susu dingin. Mereka pun langsung anteng.

 

Setiap hari Minggu di jalan Buah Batu ada kegiatan Car Free Day, di penghujung liburan kali ini saya sempat mengajak keluarga saya untuk mencari sarapan lontong kari di sana dan sesudahnya saya bawa anak-anak untuk melihat-lihat dari dekat suasana Car Free Day itu sendiri.

Semua kegiatan itu tidak membutuhkan biaya yang mahal, jika dibandingkan dengan sebuah keluarga yang bepergian ke luar kota atau luar negeri. Saya merasa beruntung tinggal di kota Bandung yang saat ini banyak membangun taman-taman yang dapat dinikmati dengan gratis.

Jadi, kembali lagi berlibur artinya keluar sejenak dari rutinitas dan melakukan kegiatan yang menyenangkan dan menyegarkan bersama keluarga. Bukan soal destinasi, tapi lebih kepada kegiatan yang benar-benar menyenangkan yang diikuti oleh seluruh anggota keluarga.

Liburan sejatinya tidak perlu mahal.

Salam!

Jumat, 08 Januari 2016

Liburan Segera Usai


Liburan semester ganjil kali ini lumayan lama bagi Kakak, yang duduk di kelas 3 SD. Dia libur sejak tanggal 22 Desember 2015 hingga 10 Januari 2016. Baru akan masuk sekolah hari Senin, 11 Januari 2016.

Menjelang masuk sekolah, orang tua perlu mempersiapkan beberapa hal terhadap anak yang kembali masuk sekolah. Apa saja persiapannya? Mari kita lihat bersama-sama:

  1. Periksa kembali perlengkapan sekolah buah hati kita. Buku bacaan, buku tulis, alat tulis, tas, seragam sekolah lengkap dan sepatu sekolah. Pastikan semua perlengkapan sekolah tersebut  sudah siap untuk digunakan di hari pertama masuk sekolah nanti.
  2. Lakukan penyesuaian terhadap pola tidur buah hati kita beberapa hari sebelum hari H masuk sekolah. Selama liburan kemarin saya agak memberi kebebasan kepada kakak untuk tidur lebih larut dan bangun agak siang. Penyesuaian ini diperlukan agar buah hati kita kembali kepada pola tidur yang semula.
  3. Periksa kembali pengumuman dari sekolah tentang kegiatan apa yang akan dilakukan di hari pertama masuk sekolah nanti. Hal ini akan menentukan apakah kita perlu mempersiapkan sesuatu hal yang khusus, atau hal tersebut tidak diperlukan.
  4. Periksa kembali raport yang kemarin sempat kita terima dari ibu guru. Pastikan anda sudah melihat dan menandatangani raport tersebut untuk kemudian dikumpulkan kembali kepada ibu guru. 
Jika ke-empat hal tersebut sudah kita persiapkan, Insya Allah buah hati kita tidak akan menemui kendala di hari pertama sekolahnya esok.

Demikian sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat.

Salam!